Bani Israil, Yahudi, Ibrani, Zionis dan Israel

23/03/2011 at 11:13 pm 20 komentar

Apakah Anda pernah mendengar kelima kata dalam judul diatas? Jika pernah, apakah Anda bisa benar-benar membedakan kelima kata tersebut? Jika Anda belum bisa membedakannya, Anda tidak usah khawatir karena sekarang kita akan membahas perbedaan tersebut.

Bani Israil terdiri dari kata: Bani dan Israil. Bani artinya keturunan atau anak cucu, sedangkan Israil adalah nama lain (julukan) Nabi Ya’qub as, yang berasal dari dua kata: Isra yang berarti hamba atau kekasih, dan El yang berarti Tuhan, sehingga Israil (Israel) berarti hamba Tuhan atau kekasih Tuhan. Dengan demikian Bani Israil artinya keturunan Nabi Ya’qub as. Sebagaimana diketahui, Nabi Ya’qub as memiliki dua belas orang anak, salah satunya adalah Yusuf as. Jika Anda ingin mengetahui nama-nama sebelas anak Nabi Ya’qub yang lainnya, Anda bisa melihatnya di Perjanjian Lama. Singkat cerita, kedua belas anak Nabi Ya’qub ini kemudian beranak pinak menjadi dua belas suku Bani Israil.

Istilah Bani Israil sendiri dalam Al-Qur’an hanya dipakai untuk menyebut anak cucu Nabi Ya’qub ini, yang kemudian diperbudak oleh Firaun di Mesir, dan kemudian dibawa oleh Nabi Musa as keluar dari Mesir menyeberangi Laut Merah. Sepeninggal Musa as, Bani Israil terus hidup dibawah bimbingan para nabi dan para hakim mereka. Hingga kemudian mereka mengangkat para raja, semenjak Thalut kemudian Dawud kemudian Sulaiman. Di masa Sulaiman ini Bani Israil mencapai puncak kejayaan mereka. Namun kemudian kerajaan Sulaiman meredup (declining), pecah menjadi dua, dan menjadi obyek penjajahan bangsa-bangsa asing. Kepada Bani Israil ini telah diutus sekian banyak nabi dari kalangan mereka sendiri, tetapi diceritakan dalam Al-Qur’an bahwa Bani Israil justru membunuh banyak diantara nabi-nabi tersebut. Sebutan Bani Israil terakhir kali digunakan pada zaman Nabi Isa as, dimana ketika itu Bani Israil tidak mau menerima kenabian Isa as.

Pada masa-masa tersebut diatas itulah sebutan Bani Israil digunakan. Pada masa-masa kemudian, Al-Qur’an tidak lagi menggunakan sebutan Bani Israil. Yang ada adalah sebutan Yahudi. Kelihatannya Al-Qur’an baru menggunakan istilah Yahudi untuk menyebut orang-orang yang menganut ajaran Yahudi, yaitu ajaran Musa as yang telah diubah dan diselewengkan. Seperti halnya orang-orang Yahudi di masa Rasulullah saw tidak lagi disebut oleh Al-Qur’an sebagai Bani Israil, tetapi Yahudi.

Sejumlah besar dari Bani Israil memang suka membangkang perintah Allah, tetapi masih ada sebagian kecil diantara mereka yang taat. Adapun Yahudi hidup pada zaman belakangan, dimana kitab suci mereka sudah tidak lagi bisa dijamin keasliannya. Yahudi adalah penganut agama yang menyimpang, ajaran Musa as yang telah diubah dan diselewengkan, yang akan terus eksis hingga hari kiamat.

Dan maha benar Allah. Ternyata memang terbukti bahwa saat ini tidak ada satupun kaum yang bisa dijamin secara genetik sebagai keturunan Nabi Ya’qub as. Penjelasannya ada disini. Karena itu tepatlah bahwa yang ada saat ini hanyalah orang-orang Yahudi, bukan Bani Israil. Orang-orang Yahudi dengan demikian adalah setiap orang yang menganut agama Yahudi, tidak peduli dia itu masih memiliki garis keturunan Bani Israil ataupun bukan.

Asal muasal istilah “Yahudi” sendiri diperselisihkan oleh para ahli. Ada yang mengatakan bahwa istilah “Yahudi” berasal dari kata “al-huud” dalam bahasa Arab, yang artinya “kembali”, seperti dalam QS Al-A’raf: 156, ketika Musa as berdoa kepada Allah SWT: “Dan tetapkanlah bagi kami di dunia ini kebaikan, demikian pula di akhirat. Sesungguhnya kami ‘kembali’ kepada-Mu.” Ada juga yang mengatakan, berasal dari kata “yatahawwada” dalam bahasa Arab, yang artinya “bergerak-gerak” dikarenakan mereka bergerak-gerak ketika membaca Taurat.

Ada pula yang mengatakan bahwa istilah “Yahudi” bukan berasal dari bahasa Arab, namun berasal dari kata non-Arab “Yahuda” yang merupakan nama salah seorang anak Nabi Ya’qub as. Ada pula yang mengatakan, berasal dari kata “Yahweh” yang berarti “Tuhan” atau “Yang Maha Maujud” dalam bahasa Ibrani. Dan ada pula yang mengatakan, berasal dari kata “Yahuda” yang merupakan nama salah satu dari dua kerajaan Bani Israil pasca Sulaiman as.

Sampai disini kita bisa menyimpulkan bahwa kita menggunakan istilah Bani Israil jika kita berbicara mengenai genealogi atau ras. Dan kita menggunakan istilah Yahudi jika berbicara mengenai agama.

Adapun istilah Ibrani (Hebrew) kita pakai jika kita berbicara mengenai kebudayaan, termasuk didalamnya bahasa. Mengenai asal muasal istilah Ibrani, ada yang mengatakan bahwa istilah ini berasal dari kata ‘abara yang berarti menyeberang. Kata ini dinisbatkan kepada Ibrahim as yang dalam Kitab Kejadian disebut sebagai Ibrahim Sang Ibrani yang bermakna Ibrahim Sang Penyeberang. Dikatakan demikian karena Ibrahim as telah menyeberangi Sungai Eufrat. Ini diperkuat dengan apa yang termaktub dalam Kitab Joshua: “Demikianlah Tuhan Israel berfirman tentang penyeberangan sungai itu, dimana leluhur kalian tinggal sejak dahulu kala, dari bapak Ibrahim dan bapak Nahur, menyembah tuhan-tuhan lain. Maka aku bawa Ibrahim menyeberangi sungai itu dan berjalan di tanah Kana’an (Palestina).” Pendeta Ishaq Salka berkata, “Nama Ibrani tidak muncul kecuali setelah Ibrahim as menyeberangi sungai Eufrat.”

Namun ada juga yang mengatakan bahwa istilah Ibrani dinisbatkan kepada Ibr bin Syam bin Nuh, kakek kelima Ibrahim as. Akan tetapi para ahli menganggap pendapat ini lemah.

Apapun itu, yang jelas dalam perkembangannya istilah Ibrani biasanya hanya dipakai dalam konteks kebudayaan. Karena itu, ada ‘kebudayaan Ibrani’, ‘bahasa Ibrani’, dan sebagainya.

Sedangkan Zionis adalah penganut paham dan gerakan Zionisme. Dari sisi bahasa, Zionisme berasal dari kata Zion, yaitu nama bukit di kawasan Jerusalem (Al-Quds), yang terkadang dipakai pula untuk menamai dataran tinggi dimana kota Jerusalem berdiri. Dari sisi peristilahan, secara singkat bisa dikatakan bahwa Zionisme adalah suatu paham dan gerakan yang bersifat politis, rasial, dan ekstrim, yang bertujuan untuk menegakkan Negara Khusus bagi Bangsa Yahudi di Palestina, dan melihat hal tersebut sebagai solusi bagi permasalahan-permasalahan orang Yahudi.

Dengan demikian, pada dasarnya Zionisme tidak ada kaitannya dengan Yahudi. Hanya saja para pengusung Zionisme senantiasa menyandarkan paham dan gerakan ini pada ajaran-ajaran Yahudi, meski sebetulnya Zionisme adalah suatu paham dan gerakan politis dan rasial yang ekstrim. Bahkan peletak dasar Zionisme modern, Theodor Hertzl, bukanlah seorang Yahudi relijius. Ia adalah seorang sekuler, yang memanfaatkan sentimen keyahudian untuk menjustifikasi paham dan gerakan politiknya tersebut. Karena itu tidak mengherankan bahwa dalam perjalanannya ada sebagian Yahudi – meski belakangan hanya sebagian kecil – yang tidak setuju dengan Zionisme.

Sekarang, bagaimana dengan Israel? Dari definisi Zionisme diatas, jelas sekali bahwa Israel adalah cita-cita dan sekaligus hasil dari gerakan Zionisme. Israel adalah nama negara ilegal orang-orang Zionis yang didirikan diatas bumi Palestina. Sebetulnya orang-orang Zionis menamai negara tersebut Israel dengan maksud menyandarkan dan menisbatkannya pada Bani Israil (atau dalam Perjanjian Lama disebut sebagai “orang-orang Israel”). Mereka melakukan hal ini agar timbul kesan bahwa mereka adalah keturunan Bani Israil yang memiliki hak historis atas bumi Palestina. Padahal dalam kenyataannya mereka sama sekali bukanlah Bani Israil.

Dengan demikian, penyebutan dan penggunaan kata Israel adalah dalam konteks politik. Yakni untuk menyebut nama negara ilegal yang didirikan oleh kaum Zionis itu, bukan dengan maksud untuk menisbatkannya pada Nabi Ya’qub ataupun Bani Israil.

Nah, sekarang sudah jelas kan perbedaan diantara kelima kata diatas. Semoga ini bermanfaat dan kita tidak lagi dibuat bingung.

Entry filed under: Sejarah. Tags: .

Siapakah Yahudi Saat Ini?

20 Komentar Add your own

  • 1. shodiq  |  12/12/2011 pukul 12:52 am

    terimakasih artikelnya mantab…
    sangat bermanfaat,
    ternyata, istilah dari Bani Israil, Yahudi, Ibrani, Zionis dan Israel itu berbeda…

    Balas
  • 2. Abu Irfan Al-Buqisy  |  26/12/2011 pukul 11:32 pm

    Syukran, tulisan antum ini dapat mencerahkan pemahaman perbedaan antara Bani Isra’il,Yahudi dan Zionis.

    Balas
  • 3. Do  |  03/02/2012 pukul 4:12 am

    Salam,
    Saya seorang Composer n tngah mngkampanyekan ini mlalui karya2 saya ttg anak2 palestina di
    fb: Crystal Peace Orchestra

    mari qt bantu Palestina.

    Balas
  • 4. Banyu  |  08/09/2012 pukul 8:54 am

    Saya hanya menambahkan informasi: istilah Yahudi untuk menyebut orang-2 dari kerajaan Yehuda,
    Setelah Raja Sulaiman wafat (931 SM), maka kerajaannya Israel pecah menjadi 2 yaitu kerajaan Utara bernama kerajaan Israel dengan ibukotanya Samaria terdiri dari 10 suku israel (yang nantinya akan dikalahkan oleh kekaisaran Asyur) dan kerajaan Selatan bernama kerajaan Yehuda dengan ibukotanya Yerosalem terdiri dari 2 suku israel, Kerajaan Yehuda ditaklukan oleh Babylonia (nebukadnezar) dan dan banyak yang dibawa ke babilonia
    Istilah Yahudi mulai dipakai untuk menyebutkan orang dari kerajaan Yehuda yang berada di pembuangan di Babilonia

    Balas
  • 5. cevi davidson  |  20/11/2012 pukul 8:35 am

    Thanks, artikelnya sangat jelas n mudah difahami, semoga menjadi amal shaleh, aminn

    Balas
  • 6. VINKY BLOG  |  20/11/2012 pukul 9:45 am

    Bebaskan Palestina

    Balas
  • 7. giassi  |  23/11/2012 pukul 2:16 am

    bermanfaat sekali, sukran saudaraku..

    Balas
  • 8. pendatang  |  10/07/2013 pukul 6:01 pm

    maaf saya mau berkomentar, apakah ada bukti bahwa sampai sekarang tidak bisa ditemukan genetik asli dari kaum Yahudi?

    saya juga mau bertanya andaikata pendapat admin benar, apakah keuntungan dari kaum zionis untuk menggunakan politik zionisme sebagai alasan pelegalan negara israel??silahkan cek di internet untuk memgetahui bahwa sebenarnya orang palestina sekarang bukanlah penduduk asli dari bumi palestina. intinya israel dan palestina sama-sama merupakan pendatang di tanahbumi palestina. Yang sedang terjadi adalah adanya 2 kelompok yang bukan berasal dari daerah palestina sendiri berusaha mengakui bumi palestina sebagai tempat mereka karena orang palestina sekarang bukanlah orang palestina asli begitu juga dengan oramg israel yang sama sama merupakan pendatang.

    ini hanya pendapat dan pertaanyaan saya pribadi, silahkan dibantah atau ditambahkan jika ada yang kurang dan semoga menambah wawasan kita bersama.

    Balas
  • 9. kiki  |  08/08/2013 pukul 5:19 am

    pemimpin2 palestina dan israel sekarang sm aja, tukang omong kosong, dari zaman dulu daerah palestina itu tidak ada, yg ada di sebut kanaan daerah bani nuh, yg meliputi israel sekarang, yordania, syria. sedangkan palesti itu orang pesisir yg ada di gaza,, mereka itu keturunan bangsa yunani, mesir yang beranak pinak disana.

    itu si pendapat gw aja, gw si taunya berdasarkan alkitab yang ada aja.

    Balas
  • 10. KIA  |  09/03/2014 pukul 12:17 pm

    Save Palestine

    Balas
  • 11. Toko Furniture Jepara  |  11/07/2014 pukul 3:41 am

    mantap artikelnya, snagat barmanfaat,,,

    Balas
  • 12. bokir  |  12/07/2014 pukul 10:20 am

    Sy setuju dgn mas pendatang. Baik israle dan palestina mrupakan bangsa2 pndatang di tanah yg skrg brnama palestina. Penduduk asli tanah itu adlh bangs filistin, colony dr sbuah pulau brnama crete di dkt yunani. Itu brrti penduduk asli tanah palestina mrpakan kturunan2 indo-europa. tanah palestina mnjadi perebutan 3 agama besar yahudi, kristen, dan islam saat perang salib dulu. Msuk dijmn penjajahan, sisa2 orang yahudi yg trpencar di sgala pnjuru dunia membentuk gerakan politik zionisme utk mngusir penjajahan inggris dgn jln jihad ke tanah palestina. Demikian mrka brbondong2 datang utk mengklaim tanah mereka. Prdhal Saat itu di tanah palestina sndii sudah ada orang yahudi (g bkn zionisme), kristen arab, dan muslim. Nah akhirnya skrg 3 ras inilah yg jg diperangi oleh yahudi zionisme.

    Balas
  • 13. Hasni  |  13/07/2014 pukul 1:36 pm

    Terimakasih artikelnya… jelas benang merahnya. bagus u menambah wawasan

    Balas
  • 14. kata palestina  |  15/07/2014 pukul 12:35 am

    bagaimanapun kita harus membela kawan kita!!!, save palestina

    Balas
  • 15. Andre Kiehl  |  23/08/2014 pukul 5:26 pm

    http://www.satuharapan.com/read-detail/read/konflik-gaza-mengapa-ada-orang-kristen-dukung-israel

    ini bagi saudara2 kristiani gue punya link valid yg membahas ttg ini. setelah membaca ini maka patutlah kita semua kembali bertanya pada diri masing2, “masihkah kita mendukung zionis yahudi dengan segala tingkah-polahnya yang justru sudah jauh melenceng dari Torah?”. gue secara pribadi gak suka nyebut orang yahudi yang sekarang dengan sebutan “Israel” karena kata “Israel” itu adalah kata yang suci yg hanya berhak disandang oleh orang2 yg beriman, dan yg menunjukkan keimanannya dgn berkelakuan baik bukan dgn menjajah bangsa lain lalu memakai isu2 bohong dan karangan untuk membodohi umat di dunia agar mendukung kejahatan mereka. padahal yahudi skarang adalah skumpulan orang2 sekuler yg bahkan mereka sendiri sudah tidak memperdulikan Torah lagi. ini sama dengan mereka memperjual-belikan agama untuk kesenangan dunia dan hasrat kedagingan mereka saja.

    Balas
  • 16. Israel is Real? | Tapak Rantau  |  12/05/2015 pukul 10:36 am

    […] tulisan berjudul Bani Israil, Yahudi, Ibrani, Zionis dan Israel akhirnya menjawab pertanyaan itu. Dan orang-orang Israel pendiri negeri Israel bahkan tidak sama […]

    Balas
  • 17. Aguz  |  30/07/2015 pukul 4:27 pm

    Hhhmmm,,,gitu,,Y!!?

    Balas
  • 18. Israel is Real? -  |  27/11/2015 pukul 1:55 am

    […] tulisan berjudul Bani Israil, Yahudi, Ibrani, Zionis dan Israel akhirnya menjawab pertanyaan itu. Dan orang-orang Israel pendiri negeri Israel bahkan tidak sama […]

    Balas
  • […] tulisan berjudul Bani Israil, Yahudi, Ibrani, Zionis dan Israel akhirnya menjawab pertanyaan itu. Dan orang-orang Israel pendiri negeri Israel bahkan tidak sama […]

    Balas
  • 20. indonesiamerdeka01  |  11/08/2016 pukul 6:53 am

    Terimakasih untuk artikelnya. Ini menambah pengetahuan saya. Semoga kita semua senantiasa d berikan kesehatan selalu dan bisa memberikan manfaat terhadap sesama. Amin.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2011
S S R K J S M
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 85,869 hits

%d blogger menyukai ini: